Bhabinkamtibmas Lompoe Hadiri Peresmian Jalan Tani, Warga Diingatkan Jaga Fasilitas

oleh -8 views

Parepare — Perbaikan akses pertanian tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang bagi aktivitas ekonomi yang lebih lancar. Hal itu terlihat dalam peresmian jalan tani di Jalan Liu Buloe RT 02 RW 03, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sabtu (17/10/2026).

Jalan tani yang dibangun mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tersebut sebelumnya menjadi keluhan warga. Kondisinya rusak, becek ketika hujan, dan berdebu saat kemarau sehingga menyulitkan petani menuju kebun maupun mengangkut hasil panen.

Setelah diperbaiki, akses tersebut kini dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki dengan lebih aman. Kehadiran jalan yang lebih layak diharapkan membantu aktivitas harian warga, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lompoe, Aipda Harmansyah tidak sekadar hadir mengikuti peresmian, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan cerita mereka, serta mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Menurut Harmansyah, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tugas Bhabinkamtibmas. Melalui kegiatan sambang, polisi dapat mengetahui kondisi lingkungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan warga.

“Saya memang rutin sambang ke sini. Kalau ada kegiatan warga, kami usahakan hadir. Supaya warga tahu, polisi itu ada di dekat mereka,” ujarnya.

Kehadiran tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kepolisian di tingkat kelurahan tidak selalu berkaitan dengan penanganan perkara atau pengamanan kegiatan. Mendengar keluhan, menjaga komunikasi, dan hadir dalam aktivitas masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memelihara keamanan dan ketertiban.

Bagi petani, akses menuju kebun merupakan bagian penting dari kegiatan produksi. Jalan yang sulit dilalui dapat menghambat pengangkutan hasil panen, menambah beban pekerjaan, dan menyulitkan mobilitas sehari-hari.

Karena itu, perbaikan jalan tani Liu Buloe memiliki arti langsung bagi warga yang menggunakannya. Meski demikian, manfaat jangka panjangnya juga bergantung pada pemeliharaan jalan serta kepedulian masyarakat terhadap fasilitas bersama.

Harmansyah pun mengingatkan warga agar menjaga jalan tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama. Infrastruktur yang sudah dibangun perlu dirawat bersama agar tidak kembali rusak dan menghambat aktivitas pertanian.

Warga menyambut positif kehadiran Bhabinkamtibmas yang selama ini rutin menyambangi lingkungan mereka. Hubungan yang terbangun melalui interaksi sehari-hari membuat komunikasi antara polisi dan masyarakat terasa lebih dekat.

“Pak Bhabin memang sering datang. Kadang cuma lewat, tanya-tanya kabar. Jadi warga sudah tidak canggung lagi,” kata salah seorang warga.

Peresmian jalan tani berlangsung sederhana. Warga dan mahasiswa Unhas yang membangun jalan tersebut saling menyampaikan apresiasi, sebelum masyarakat mencoba akses baru itu menggunakan sepeda motor untuk menunjang aktivitas menuju kebun.

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana keterlibatan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan masyarakat. Namun, keberlanjutan manfaat pembangunan tetap memerlukan perhatian bersama, mulai dari pemeliharaan infrastruktur hingga memastikan akses tersebut dapat digunakan warga secara optimal.

Di sisi lain, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan juga tumbuh melalui hubungan sosial yang baik. Ketika warga memiliki akses yang lebih layak, komunikasi berjalan terbuka, dan fasilitas bersama dijaga, kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih tertib.

Bagi Aipda Harmansyah, tugasnya tidak berhenti ketika acara peresmian selesai. Yang lebih penting ialah memastikan komunikasi dengan warga tetap terjaga dan masyarakat dapat memanfaatkan jalan tani tersebut dengan aman.

Jalan tani Liu Buloe kini menjadi akses baru yang diharapkan mempermudah aktivitas warga Lompoe. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas jalan agar manfaat pembangunan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi terus dirasakan masyarakat.