Kapolres Parepare Ajak Warga Hilangkan Sekat dengan Polisi, Narkoba Jadi Perhatian

oleh -11 views

PAREPARE — Ancaman narkoba, maraknya judi online, dan persoalan keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya penindakan kepolisian. Di Parepare, pendekatan Polisi Bersama Masyarakat didorong melalui komunikasi langsung dengan warga, edukasi kepada pelajar, serta pembukaan ruang pengaduan.

Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan, menegaskan bahwa inti program Quick Wins Kapolri adalah membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan komunikasi dan pelayanan sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Rabu(21/10/2026).

“Program Quick Wins Kapolri itu intinya sederhana, menghilangkan sekat. Polisi harus hadir di kegiatan keagamaan, di tengah masyarakat, dengan cara yang humanis. Tidak ada jarak antara kami dengan warga,” kata Phunky.

Pendekatan itu tercermin dalam sejumlah upaya jajaran Polres Parepare, mulai dari edukasi antinarkoba di sekolah, dorongan kepada mahasiswa untuk mencegah narkoba dan judi online, hingga dialog dengan warga di kawasan pelabuhan dan lingkungan permukiman.

Pencegahan narkoba menjadi salah satu perhatian dalam pendekatan kepolisian kepada generasi muda. Sat Binmas Polres Parepare mengajak siswa SMK DDI Ujung Baru menjadi pelopor antinarkoba, sementara Kapolres mendorong mahasiswa agar turut mengambil peran dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan judi online.

Phunky mengingatkan bahwa peredaran narkoba bukan persoalan yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Menurut dia, lingkungan pendidikan juga perlu mendapat perhatian agar pelajar memahami risiko dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merusak masa depan.

“Jangan pernah berpikir bahwa narkoba itu jauh dari kita. Saat ini peredarannya sudah menyusup ke berbagai kalangan, termasuk lingkungan sekolah. Sasarannya adalah kalian, para pelajar yang sedang mencari jati diri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keputusan mencoba narkoba dapat berawal dari tekanan pergaulan, bujukan teman, atau keinginan untuk diterima dalam kelompok.

“Kami mengingatkan agar para pelajar tidak membiarkan cita-cita dan harapan orang tua hancur hanya karena godaan coba-coba yang sering kali berawal dari bujukan teman, rasa takut dianggap tidak gaul, atau manipulasi lingkungan,” kata Phunky.

Karena itu, edukasi antinarkoba perlu berjalan beriringan dengan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan pergaulan. Pencegahan tidak cukup berhenti pada imbauan, tetapi perlu membangun keberanian pelajar untuk menolak narkoba dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan.

“Jadilah generasi penerus yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia. Mari kita jaga sekolah kita ini agar selalu bersih dari pengaruh narkoba. Prestasi YES, Narkoba NO!” tegasnya.

Selain menyasar generasi muda, pendekatan Polisi Bersama Masyarakat juga berkaitan dengan persoalan keamanan yang dirasakan warga. Sat Binmas Polres Parepare mendengarkan aspirasi masyarakat di kawasan pelabuhan, sedangkan Polsek KPN Parepare membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan keamanan.

Di wilayah lain, Polsek Soreang menggunakan dialog dan patroli dialogis untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat, termasuk melalui pertemuan informal di warung kopi.

Cara tersebut membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan maupun informasi mengenai kondisi lingkungan. Informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian mengenali persoalan di lapangan dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan.

Namun, tersedianya ruang pengaduan saja tidak cukup. Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai saluran laporan, sedangkan setiap informasi yang diterima perlu ditangani secara profesional dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Phunky mengajak masyarakat memanfaatkan saluran pengaduan kepolisian ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian.

“Kami sudah siapkan Call Center 110 bebas pulsa 24 jam. Hubungi Bhabinkamtibmas, hubungi Polsek. Jangan ragu. Itu adalah wujud pelayanan kami,” ujarnya.

Layanan tersebut menjadi salah satu saluran yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meminta bantuan kepolisian. Warga juga dapat berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas atau mendatangi polsek setempat sesuai kebutuhan.

Keberanian warga untuk melapor perlu diimbangi respons yang jelas dan profesional. Dengan demikian, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi dapat menjadi pintu masuk penyelesaian persoalan.

Pendekatan kepada masyarakat juga dilakukan melalui lingkungan pendidikan. Kapolres Parepare menjadi pembina upacara di SMAN 1 Parepare, sementara kepedulian terhadap keselamatan pelajar terlihat melalui tindakan membantu siswa menyeberang jalan.

Di sisi lain, dialog dengan warga dan patroli dialogis menjadi sarana untuk membangun komunikasi di tingkat lingkungan. Berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak pidana, tetapi juga menyentuh edukasi, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Meski demikian, dampak program tidak cukup diukur dari seberapa sering polisi hadir di tengah masyarakat. Hal yang lebih penting ialah apakah warga semakin mudah mengakses layanan, apakah laporan memperoleh tindak lanjut, dan apakah edukasi membantu mencegah persoalan berkembang.

Dalam konteks pencegahan narkoba dan judi online, kerja sama dengan sekolah, keluarga, mahasiswa, serta masyarakat menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan edukasi. Sementara itu, persoalan keamanan lingkungan membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Program Quick Wins Kapolri melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat menekankan pentingnya hubungan yang terbuka antara kepolisian dan warga. Di Parepare, pendekatan tersebut diterapkan melalui edukasi generasi muda, dialog masyarakat, patroli dialogis, dan penyediaan saluran pengaduan.

Keberhasilan Polisi Bersama Masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kedekatan dalam komunikasi, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh dan persoalan warga yang ditangani secara nyata. Hubungan tanpa sekat akan semakin berarti ketika masyarakat merasa didengar, memperoleh akses bantuan, dan melihat adanya tindak lanjut atas persoalan yang mereka sampaikan.(*)