Kapolsek KPN Turun Langsung Saat Jumat Keliling, Warga Pelabuhan Diajak Bicara

oleh -9 views

PAREPARE – Masjid Babussalam di kawasan Pelabuhan Nusantara, Parepare, menjadi ruang pertemuan antara polisi dan masyarakat pada Jumat (23/10/2026). Seusai menunaikan salat Jumat berjemaah, jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) melanjutkan pertemuan dengan berdialog bersama para jemaah, termasuk masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari program Jumat Keliling yang mengusung semangat Polri Bersama Masyarakat. Melalui program ini, kepolisian berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait keamanan di lingkungan mereka.

Kapolsek KPN Polres Parepare, Iptu Suardi, S.E., mengatakan Masjid Babussalam dipilih karena menjadi tempat ibadah bagi para pekerja pelabuhan dan masyarakat di sekitarnya.

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat pelabuhan, berdialog langsung, serta mendengarkan keluhan maupun masukan mereka. Bagi kami, komunikasi seperti ini penting agar polisi memahami persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Suardi.

Menurut dia, hubungan antara polisi dan masyarakat tidak semestinya hanya terjalin ketika terjadi tindak pidana atau persoalan hukum. Komunikasi yang terbangun sejak awal dinilai dapat membantu kedua pihak mengenali persoalan dan mencari jalan keluar sebelum masalah berkembang.

“Polisi tidak hanya hadir ketika ada masalah. Kami ingin menjadi mitra masyarakat, tempat berdiskusi, sekaligus bagian dari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” katanya.

Dialog setelah salat Jumat juga dimanfaatkan untuk membicarakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan Pelabuhan Nusantara.

Suardi mengingatkan bahwa keamanan pelabuhan membutuhkan perhatian bersama. Aktivitas pekerja, buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM), awak kapal atau ABK, serta masyarakat yang berinteraksi di kawasan tersebut membuat komunikasi antarpihak menjadi penting.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan, dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan hal yang mencurigakan.

“Kawasan pelabuhan merupakan objek vital yang perlu kita jaga bersama. Kami mengajak para pekerja dan masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengetahui dugaan tindak pidana, penyelundupan, atau aktivitas mencurigakan lainnya,” ujar Suardi.

Menurut dia, informasi dari masyarakat dapat membantu polisi mengetahui persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena itu, keterlibatan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan di kawasan pelabuhan.

Pendekatan melalui dialog juga memberi kesempatan bagi polisi untuk menerima masukan secara langsung. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berjalan satu arah melalui penyampaian imbauan, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan mereka.

Program Jumat Keliling yang dijalankan Polsek KPN menempatkan interaksi langsung sebagai salah satu cara membangun hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Suardi menegaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat perlu disertai keterbukaan untuk mendengar aspirasi, menerima kritik, dan memahami kebutuhan warga.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi adalah bagian dari mereka. Bukan hanya bertemu ketika ada persoalan, tetapi juga hadir untuk beribadah bersama, mendengarkan masyarakat, dan membangun komunikasi yang baik,” tuturnya.

Kehadiran jajaran Polsek KPN di Masjid Babussalam pun menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Sejumlah jemaah menyambut baik kesempatan berinteraksi langsung dengan jajaran kepolisian tersebut. Mereka dapat bertemu dengan pimpinan Polsek KPN sekaligus mengikuti dialog setelah salat Jumat.

Melalui program Jumat Keliling dan semangat Polri Bersama Masyarakat, komunikasi antara polisi dan warga diharapkan tidak berhenti pada pertemuan di masjid. Hubungan yang terjalin dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, bertukar informasi, dan berkontribusi dalam menjaga keamanan Pelabuhan Nusantara Parepare. (*)