Polisi Peduli Pengangguran Hadir di Parepare, Warga Didorong Manfaatkan Peluang Usaha

oleh -69 views

Parepare — Upaya memperluas kesempatan kerja tidak hanya membutuhkan pelatihan keterampilan, tetapi juga kolaborasi berbagai pihak agar masyarakat memiliki akses terhadap peluang ekonomi. Di Parepare, sosialisasi program Polisi Peduli Pengangguran oleh Polres Parepare berlangsung di tengah pelatihan pembuatan roti dan kue yang diikuti 16 peserta di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Parepare, Selasa (20/10/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) serta balai pelatihan terkait, termasuk Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep. Sementara itu, kehadiran Polres Parepare berfokus pada sosialisasi program Polisi Peduli Pengangguran yang digagas Kapolri, sebagai dukungan terhadap program 100 hari Kapolri.

Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue dengan bimbingan dua instruktur bersertifikat, Mulia dan Sukri. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk melamar pekerjaan di bidang kuliner atau merintis usaha secara mandiri.

Namun, kemampuan teknis saja belum menjamin peserta memperoleh pekerjaan atau mampu mempertahankan usaha. Calon wirausaha masih perlu memahami modal, biaya produksi, harga jual, kualitas produk, dan pemasaran. Adapun pencari kerja membutuhkan akses informasi lowongan serta kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.

Karena itu, manfaat pelatihan perlu dilihat dari peluang peserta memanfaatkan keterampilannya setelah program berakhir, bukan semata-mata dari jumlah orang yang mengikuti pembelajaran.

Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, Polres Parepare menyosialisasikan peran serta kepolisian dalam mendukung upaya penanganan persoalan pengangguran. Pendekatan ini membuka ruang kolaborasi dengan instansi pemerintah yang memiliki program dan kewenangan di bidang ketenagakerjaan.

Ipda Ramlah Do Taher dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Parepare menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan mendorong masyarakat meningkatkan keterampilan serta memanfaatkan peluang kerja maupun usaha mandiri.

“Program Polisi Peduli Pengangguran diharapkan dapat mendorong masyarakat meningkatkan keterampilan dan memanfaatkan peluang kerja maupun usaha mandiri,” ujar Ramlah.

Kolaborasi lintas instansi tetap membutuhkan tindak lanjut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Akses terhadap informasi pekerjaan, pendampingan usaha, dan pemasaran dapat membantu menghubungkan keterampilan peserta dengan kebutuhan ekonomi di lapangan.

Pengurangan pengangguran tidak berhenti pada pelatihan atau sosialisasi. Keterhubungan antara program pelatihan, kebutuhan dunia kerja, dan peluang usaha menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *