Polsek Soreang Sisir Permukiman Parepare hingga Tengah Malam

oleh -10 views

Parepare — Ketika jalanan mulai lengang dan sebagian warga beristirahat, risiko keamanan tidak serta-merta menghilang. Di Kecamatan Soreang, Kota Parepare, mobil patroli polisi masih menyusuri jalan protokol hingga lorong permukiman pada Sabtu (17/10/2026) malam.

Kanit Reskrim Polsek Soreang IPDA M. Nur bersama lima personel memantau sejumlah titik, termasuk lingkungan permukiman dan kawasan objek vital. Selain mengawasi situasi jalanan, petugas menyempatkan diri menyapa warga yang masih beraktivitas.

Kehadiran polisi pada jam-jam tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keamanan di tengah menurunnya aktivitas masyarakat. Namun, keamanan lingkungan tidak hanya bergantung pada patroli. Kewaspadaan warga terhadap potensi kejahatan, termasuk penipuan melalui telepon seluler, juga menjadi bagian penting dari pencegahan.

Patroli yang dipimpin IPDA M. Nur itu melibatkan Aiptu Made Riris K, Aiptu Muhajir, Aipda Harliman, Brigpol Fachrul Islam Ibrahim, dan Bripda Resky Wahyudi.

Mereka menyusuri jalan protokol, lorong permukiman, serta kawasan objek vital di wilayah hukum Polsek Soreang. Di beberapa lokasi, petugas berhenti untuk berbincang dengan warga dan mengingatkan mereka agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

IPDA M. Nur mengatakan, polisi berkeliling setiap malam, terutama pada waktu yang dinilai rawan.

“Kami memang keliling tiap malam, apalagi jam-jam rawan. Biar warga yang istirahat merasa aman, yang masih beraktivitas juga merasa ada yang jaga,” katanya.

Interaksi langsung seperti itu membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan informasi mengenai situasi di sekitar tempat tinggal mereka. Meski demikian, kehadiran petugas di jalan bukan jaminan bahwa seluruh potensi kejahatan dapat dicegah.

Pintu dan jendela rumah tetap perlu dikunci, kendaraan harus diparkir di tempat aman, dan barang berharga sebaiknya tidak dibiarkan di lokasi terbuka. Warga juga perlu mengetahui cara menyampaikan laporan ketika menemukan keadaan yang mencurigakan.

Ancaman keamanan tidak selalu muncul dalam bentuk pencurian atau keributan di jalan. Penipuan melalui telepon seluler juga dapat menyasar masyarakat, bahkan ketika mereka sedang berada di rumah.

Pesan yang mengabarkan paket kiriman atau hadiah, misalnya, tidak seharusnya langsung dipercaya. Pengirim bisa saja mengaku sebagai kurir atau penyelenggara hadiah untuk meminta data pribadi, kode verifikasi, maupun uang dengan berbagai alasan.

Modus tersebut dapat bermula dari pesan singkat, panggilan telepon, atau tautan yang mengarahkan penerima ke halaman tertentu. Desakan agar korban segera bertindak sering kali membuat orang mengabaikan pemeriksaan terhadap kebenaran informasi.

Karena itu, warga perlu memeriksa status paket melalui layanan resmi dan memastikan informasi hadiah berasal dari penyelenggara yang dapat diverifikasi. Jangan memberikan kode OTP, kata sandi, atau data perbankan kepada pihak yang identitasnya belum dipastikan.

Jika menerima pesan mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru membuka tautan atau melakukan pembayaran. Simpan bukti komunikasi dan gunakan saluran pengaduan resmi apabila menemukan indikasi penipuan.

Kewaspadaan digital menjadi semakin penting karena ancaman semacam ini tidak mengenal jam patroli maupun batas wilayah. Artinya, menjaga keamanan membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan sekaligus kebiasaan masyarakat saat menggunakan layanan digital.

Kondisi yang relatif tenang merupakan kabar baik, tetapi tidak cukup untuk mengukur keamanan suatu wilayah secara menyeluruh. Pencegahan tetap membutuhkan pengawasan yang konsisten, respons terhadap laporan warga, dan kebiasaan masyarakat mengenali potensi bahaya di sekitarnya.

Warga yang melihat kejadian mencurigakan perlu menyampaikan informasi secara jelas, termasuk lokasi, waktu, dan hal yang benar-benar mereka saksikan. Informasi yang terperinci membantu petugas menilai situasi tanpa bergantung pada kabar yang belum terverifikasi.

Pada akhirnya, keamanan Soreang tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering mobil patroli melintas. Kemampuan warga menjaga lingkungan, mengenali modus kejahatan, dan melaporkan persoalan secara tepat juga menentukan seberapa cepat potensi gangguan dapat ditangani.