Jembatan Merah Jadi Sorotan, Warga Lakessi Minta Patroli Malam Lebih Intensif

PAREPARE – Persoalan minuman keras, perselisihan antarwarga, hingga perilaku remaja yang mengisap lem menjadi keresahan yang disuarakan warga Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Warga berharap pengawasan lingkungan dan patroli malam lebih ditingkatkan untuk mencegah gangguan keamanan.

Keluhan itu muncul dalam pertemuan warga bersama jajaran Polres Parepare di Aula Kantor Kelurahan Lakessi, Jalan Muh. Arsyad, Rabu (28/10/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, termasuk situasi di lingkungan permukiman pada malam hingga dini hari.

Ketua RW 1 Taqwa, Makmur, mengungkapkan adanya perselisihan yang melibatkan warga pendatang yang mengontrak di wilayahnya. Situasi tersebut, menurut dia, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terlebih ketika disertai dugaan aktivitas pesta minuman keras.

Keluhan lain datang dari Ketua RW 4, Kasriyanto. Ia meminta patroli malam lebih diintensifkan, terutama di kawasan Jembatan Merah yang kerap menjadi tempat berkumpul anak muda. Warga mengkhawatirkan situasi tersebut berpotensi memicu perilaku yang mengganggu ketenteraman lingkungan, termasuk konsumsi minuman keras.

Di wilayah RW 5 Armada, Ketua RW setempat, Boestaman, menyoroti aktivitas tempat permainan PlayStation yang disebut beroperasi hingga sekitar pukul 04.00 Wita. Ia juga menyampaikan keresahan terkait kasus pencurian dan perilaku sejumlah remaja yang diduga mengisap lem.

Persoalan tersebut memunculkan harapan agar pengawasan lingkungan tidak hanya dilakukan ketika gangguan sudah terjadi. Warga menginginkan langkah pencegahan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama di lokasi yang dinilai rawan.

Warga Ingin Polisi Lebih Dekat dengan Lingkungan

Selain menyampaikan keluhan, warga juga mengusulkan perubahan pendekatan dalam membangun komunikasi dengan kepolisian. Fatimah, Ketua RT 2 Taqwa, berharap pertemuan tidak selalu berlangsung secara formal di kantor kelurahan, tetapi juga dilakukan langsung di lingkungan tempat warga tinggal.

Menurutnya, pendekatan yang lebih dekat dapat memudahkan masyarakat menyampaikan persoalan yang mungkin tidak terungkap dalam forum resmi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H., menekankan pentingnya hubungan yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat. Melalui program Kumpul Bersama Masyarakat, polisi diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mendengar persoalan warga dan mencari jalan keluar bersama.

“Polisi harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya ketika terjadi masalah atau pelanggaran hukum, tetapi juga untuk mendengar keluhan, memahami kebutuhan warga, dan mencari solusi bersama,” Ucap AKP Anwar.

Kapolsek Soreang AKP Amir juga memberikan edukasi kepada warga terkait penyampaian keluhan dan aspirasi mengenai persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.

Sekretaris Kelurahan Lakessi, Muhammad Amin, menyampaikan apresiasi atas upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Ia berharap hubungan tersebut dapat membantu mempercepat penyampaian persoalan lingkungan dan memperkuat kerja sama dalam menjaga ketenteraman warga.

Berbagai persoalan yang disampaikan warga Lakessi menunjukkan bahwa keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak pidana. Pengawasan terhadap aktivitas malam hari, perhatian terhadap perilaku remaja, serta penyelesaian perselisihan antarwarga juga menjadi bagian penting dalam mencegah masalah berkembang lebih jauh.

Patroli kepolisian dapat membantu meningkatkan pengawasan di titik yang dikeluhkan warga. Namun, upaya tersebut perlu disertai komunikasi dengan pengurus RT dan RW, keluarga, serta unsur kelurahan agar penanganan persoalan tidak berhenti pada penindakan.

Khusus terkait perilaku remaja yang diduga mengisap lem, pendekatan pembinaan dan keterlibatan keluarga juga penting untuk diperhatikan. Sementara itu, dugaan pencurian dan gangguan keamanan lainnya perlu ditindaklanjuti berdasarkan informasi serta bukti yang dapat diverifikasi.

Aspirasi warga Lakessi menjadi pengingat bahwa rasa aman berawal dari persoalan nyata di lingkungan tempat masyarakat tinggal. Kehadiran aparat akan lebih bermakna apabila keluhan warga ditindaklanjuti secara konsisten dan masyarakat mengetahui saluran yang dapat digunakan untuk melaporkan gangguan keamanan. (*)

Artikel terkait