Patroli hingga Pukul 06.00, Polres Parepare Buru Potensi Kejahatan Jalanan

oleh -5 views

Parepare — Aktivitas warga pada malam hingga dini hari menjadi perhatian jajaran Polres Parepare. Tim Senggol Presisi kembali menyusuri sejumlah wilayah di Kota Parepare untuk mengantisipasi kejahatan jalanan dan gangguan keamanan.

Patroli berlangsung mulai pukul 23.00 WITA hingga 06.00 WITA pada Selasa (6/10/2026). Kehadiran petugas difokuskan pada jam-jam yang dinilai rawan terhadap berbagai gangguan Kamtibmas.

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengatakan patroli tersebut diarahkan untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan jalanan sebelum berkembang dan meresahkan masyarakat.

“Kami mengintensifkan patroli pada jam-jam rawan untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan jalanan, mulai dari 3C, begal, geng motor, tawuran antarkelompok hingga balapan liar. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah gangguan sebelum berkembang dan mengganggu keamanan warga,” kata Phunky.

Dalam patroli tersebut, polisi memberi perhatian terhadap kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Selain itu, petugas mengantisipasi aksi begal, aktivitas geng motor, tawuran antarkelompok, hingga balapan liar yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan warga.

Sasaran tersebut membuat patroli tidak hanya menyasar lokasi tertentu, tetapi juga aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga larut malam.

Ruang publik pada jam rawan menjadi titik penting pencegahan karena gangguan keamanan dapat muncul ketika aktivitas warga mulai berkurang.

Di lapangan, personel Tim Senggol Presisi tidak serta-merta melakukan tindakan penertiban terhadap setiap kelompok yang ditemui.

Ketika mendapati sekelompok remaja masih berkumpul di pinggir jalan hingga larut malam, petugas lebih dulu mengajak mereka berdialog dan memberikan imbauan.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk mencegah aktivitas nongkrong berkembang menjadi perselisihan maupun gangguan keamanan lainnya.

Kapolres mengatakan cara persuasif tetap dikedepankan selama situasi belum menunjukkan adanya pelanggaran yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.

“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis. Kalau ditemukan kelompok remaja yang masih berkumpul, kami ajak berdialog dan mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan masalah. Namun, jika ada indikasi yang perlu ditindaklanjuti, petugas akan melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Selain berdialog dengan kelompok remaja, petugas juga melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap orang maupun kendaraan yang dinilai perlu mendapat perhatian.

Pemeriksaan mencakup identitas serta kelengkapan surat-surat kendaraan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus mencegah kendaraan digunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum.

Polisi juga membubarkan sejumlah kelompok remaja yang masih nongkrong hingga larut malam apabila dinilai tidak memiliki kepentingan yang jelas dan berpotensi menimbulkan gesekan.

Namun, pembubaran tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai tindakan penertiban. Polisi juga memberikan edukasi agar masyarakat, khususnya remaja, memahami risiko aktivitas di ruang publik hingga larut malam.

Patroli juga didukung informasi yang diperoleh dari berbagai kanal. Polisi menyaring laporan mengenai dugaan kejahatan jalanan yang muncul melalui media sosial, Media Center Polres Parepare, hingga layanan darurat Call Center 110.

Informasi tersebut kemudian dapat ditindaklanjuti petugas di lapangan.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena tidak semua gangguan keamanan dapat terlihat langsung ketika petugas berpatroli. Laporan warga dapat membantu polisi mengetahui lokasi atau peristiwa yang membutuhkan respons lebih cepat.

Dengan pola tersebut, patroli tidak hanya mengandalkan rute rutin, tetapi juga dapat bergerak berdasarkan informasi mengenai situasi di lapangan.

Selain mengandalkan patroli kepolisian, pencegahan kejahatan jalanan juga membutuhkan peran keluarga.

Kapolres Parepare meminta orang tua lebih memperhatikan aktivitas dan pergaulan anak, khususnya ketika berada di luar rumah pada malam hari.

“Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kami berharap orang tua juga mengetahui aktivitas dan pergaulan anak-anaknya. Jika tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya anak berada di rumah pada malam hari,” kata Phunky.

Pesan tersebut terutama ditujukan kepada orang tua yang memiliki anak usia remaja. Pengawasan keluarga dinilai penting untuk mencegah anak terlibat dalam aktivitas yang dapat berujung pada konflik, kecelakaan, maupun persoalan hukum.

Patroli hingga pagi menjadi salah satu cara kepolisian menjaga ruang publik tetap aman ketika sebagian besar aktivitas warga mulai berkurang.

Namun, menjaga keamanan kota bukan pekerjaan yang hanya bergantung pada keberadaan polisi. Pengawasan keluarga, kepedulian masyarakat, dan kecepatan melaporkan potensi gangguan juga menjadi bagian penting dari pencegahan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *