Si Dokkes Polres Parepare Pastikan Kesehatan Tahanan Sebelum Dimasukkan ke Sel

oleh -1 views

Parepare — Pemeriksaan kesehatan tahanan Polres Parepare menjadi prosedur wajib sebelum seseorang ditempatkan di ruang tahanan. Pemeriksaan yang dilakukan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) Polres Parepare ini bertujuan mendeteksi kondisi medis sejak dini sekaligus memastikan setiap tahanan memperoleh penanganan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Pada Jumat (2/10/2026), tim Si Dokkes kembali memeriksa kondisi kesehatan orang yang akan ditempatkan di rumah tahanan Markas Polres Parepare. Prosedur tersebut berlaku bagi seluruh orang yang akan menjalani penahanan, baik yang berstatus tersangka maupun terduga, sebelum mereka masuk ke dalam sel.

Pemeriksaan awal ini menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan di lingkungan kepolisian. Selain memastikan kondisi fisik sebelum penempatan, langkah tersebut membantu petugas medis mengenali keluhan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas medis melakukan sejumlah pengecekan, mulai dari tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi hingga pemeriksaan fisik. Tim juga menelusuri riwayat penyakit untuk mengetahui apakah orang yang akan ditahan memiliki kondisi medis tertentu.

Pemeriksaan kesehatan sebelum masuk sel membantu petugas mengidentifikasi keluhan sejak awal, sehingga kebutuhan penanganan medis dapat diketahui sebelum seseorang menjalani masa penahanan.

Kasi Dokkes Polres Parepare, Ipda Besse Fatmawati, A.Md.Kep., S.K.M., menjelaskan bahwa setiap tahanan baru harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur penerimaan.

“Setiap tahanan baru wajib kami periksa kesehatannya sebelum masuk ke dalam sel. Ini untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat. Jika ada yang memiliki keluhan sakit atau riwayat penyakit tertentu, kami langsung lakukan penanganan medis dan pemberian obat-obatan,” ungkap Ipda Besse Fatmawati.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut tidak sekadar menjadi tahapan administratif sebelum penempatan di ruang tahanan. Hasil pemeriksaan juga menjadi dasar bagi petugas untuk mengetahui kondisi kesehatan awal dan menentukan langkah medis apabila ditemukan keluhan.

Dengan demikian, tahanan yang membutuhkan perhatian kesehatan dapat segera memperoleh penanganan sesuai kondisi yang ditemukan. Langkah ini juga membantu petugas memantau perubahan kondisi kesehatan selama proses penahanan berlangsung.

Pemeriksaan kesehatan tersebut tidak terbatas pada orang yang telah berstatus tersangka. Si Dokkes Polres Parepare menerapkan prosedur yang sama terhadap seluruh orang yang akan ditempatkan di sel tahanan, termasuk mereka yang masih berstatus terduga.

Penerapan prosedur ini penting karena kebutuhan kesehatan seseorang perlu diperhatikan tanpa bergantung pada status perkaranya. Setiap orang yang akan menjalani penahanan tetap membutuhkan pemeriksaan medis awal dan akses terhadap penanganan kesehatan sesuai indikasi.

Di sisi lain, pemeriksaan sebelum masuk sel membantu petugas mengenali riwayat penyakit yang berpotensi memerlukan pengawasan lebih lanjut. Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama seseorang berada di ruang tahanan.

Apabila petugas menemukan keluhan atau indikasi masalah kesehatan, penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis. Untuk kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, tindak lanjut perlu dilakukan berdasarkan hasil penilaian tenaga kesehatan.

Pendekatan ini menempatkan aspek kesehatan sebagai bagian dari pengelolaan tahanan, sekaligus membantu petugas mengantisipasi kondisi yang membutuhkan perhatian sejak awal.

Selain memeriksa tahanan baru, Si Dokkes Polres Parepare juga melakukan kontrol kesehatan secara berkala terhadap penghuni rumah tahanan. Pemeriksaan lanjutan tersebut bertujuan memantau kondisi kesehatan selama mereka menjalani proses hukum.

Ipda Besse Fatmawati mengatakan, pelayanan kesehatan bagi tahanan menjadi perhatian pihaknya, termasuk dalam upaya mengantisipasi penyebaran penyakit di lingkungan rumah tahanan.

“Kami berkomitmen untuk menjamin hak kesehatan para tahanan. Pemeriksaan rutin ini juga untuk mencegah penyebaran penyakit menular di dalam rutan, sehingga kondisi rutan tetap aman dan humanis,” tambahnya.

Kontrol kesehatan secara berkala diperlukan untuk mengenali keluhan yang muncul setelah seseorang berada di dalam sel. Apalagi, ruang tahanan merupakan lingkungan yang membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, kondisi fisik penghuni, serta potensi penularan penyakit.

Karena itu, pemantauan medis perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tahanan yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Pemeriksaan awal dan kontrol kesehatan berkala menjadi dua bagian penting dalam pemantauan kesehatan tahanan. Pemeriksaan awal membantu mengenali kondisi sebelum penempatan, sedangkan pemeriksaan lanjutan memungkinkan petugas memantau perkembangan kondisi kesehatan selama masa penahanan.

Pelayanan kesehatan di ruang tahanan berkaitan dengan pemenuhan hak dasar setiap orang yang sedang menjalani proses hukum. Status hukum seseorang tidak menghilangkan kebutuhan untuk memperoleh pemeriksaan medis dan penanganan ketika mengalami gangguan kesehatan.

Melalui pemeriksaan awal dan kontrol berkala, Si Dokkes Polres Parepare berupaya memastikan kondisi kesehatan tahanan tetap terpantau. Upaya tersebut juga membantu petugas mengambil langkah lebih cepat ketika menemukan keluhan yang membutuhkan perhatian medis.

Ke depan, konsistensi pemeriksaan, pencatatan riwayat kesehatan, dan tindak lanjut terhadap keluhan menjadi unsur penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan di rumah tahanan.

Dengan prosedur tersebut, Polres Parepare berupaya menjaga kesehatan tahanan sejak sebelum mereka masuk sel hingga selama menjalani masa penahanan. Pelayanan medis yang terpantau diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan tahanan sekaligus mendukung pengelolaan ruang tahanan yang aman dan manusiawi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *