AKBP Phunky Mahendra Pimpin Aksi Bersih Pesisir Pantaiku Bersama Wali Kota

oleh -12 views

Parepare — Kawasan wisata Pantaiku di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, menjadi sasaran aksi bersih pantai yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, Jumat (16/10/2026) pagi. Melalui pendekatan Green Policing Polres Parepare, Kapolres AKBP Phunky Mahendra Borniawan bersama Wali Kota Tasming Hamid turun langsung membersihkan kawasan pesisir.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA itu menyasar sampah di sekitar kawasan wisata. Personel Polres Parepare, jajaran Pemerintah Kota Parepare, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta warga setempat bergotong royong merawat ruang publik tersebut.

Langkah ini merupakan penerapan pendekatan Green Policing yang mendorong kepolisian ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya tersebut juga sejalan dengan program prioritas Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat.

Sebelum menyisir kawasan pantai, Kapolres Parepare memimpin apel pengecekan personel. Setelah itu, peserta bergerak membersihkan area pesisir dan fasilitas publik di sekitar Pantaiku.

Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, Sekretaris Daerah Kota Parepare, pejabat utama Polres Parepare, para kapolsek, jajaran pemerintah kota, serta lurah se-Kecamatan Bacukiki Barat turut hadir. Warga Kelurahan Cappa Galung juga terlibat dalam gotong royong tersebut.

Keterlibatan polisi, pemerintah, dan masyarakat memperlihatkan bahwa kebersihan ruang publik membutuhkan tanggung jawab bersama. Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus mengganggu kualitas lingkungan pesisir.

Karena itu, upaya membersihkan pantai perlu diikuti kebiasaan menjaga kebersihan setelah masyarakat beraktivitas di kawasan tersebut.

Pendekatan Green Policing menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari peran kepolisian di tengah masyarakat. Di Pantaiku, pendekatan tersebut terlihat melalui aksi nyata membersihkan kawasan pesisir secara bersama-sama.

Namun, pantai yang bersih setelah gotong royong belum tentu bertahan bersih dalam jangka panjang. Tanpa pengelolaan sampah yang konsisten dan perubahan perilaku pengunjung, sampah berpotensi kembali menumpuk.

Penyediaan tempat sampah, pengangkutan secara rutin, serta pemeliharaan fasilitas publik menjadi langkah penting untuk mempertahankan kebersihan kawasan wisata.

Tantangan berikutnya adalah menjaga Pantaiku tetap bersih setelah aksi gotong royong berakhir. Pemerintah, pengelola kawasan, pelaku usaha, dan masyarakat perlu mengambil peran agar kebersihan pesisir tidak hanya terjaga sesaat.

Pengunjung pun dapat berkontribusi dengan membuang sampah pada tempatnya, membawa kembali sampah pribadi jika fasilitas pembuangan tidak tersedia, serta tidak membuang limbah ke laut atau saluran air.

Sebagai ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati suasana pesisir, Pantaiku membutuhkan lingkungan yang bersih dan tertata. Kondisi tersebut turut menentukan kenyamanan pengunjung serta mendukung pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan.

Kehadiran Kapolres Parepare dan Wali Kota Tasming Hamid dalam aksi bersih pantai memperlihatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan di Cappa Galung. Meski demikian, keberhasilan menjaga kawasan pesisir tidak cukup diukur dari sampah yang terangkat pada satu hari.

Konsistensi pemeliharaan, pengelolaan limbah, dan keterlibatan warga menjadi faktor penting untuk memastikan kawasan tetap terawat. Semakin kuat kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan, semakin besar peluang mencegah penumpukan sampah berulang.

Melalui pendekatan Green Policing, Polres Parepare turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam merawat lingkungan. Gotong royong menjadi langkah awal, sedangkan menjaga kebersihan setiap hari merupakan tantangan yang sesungguhnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pantaiku diharapkan tetap menjadi kawasan pesisir yang bersih, nyaman, dan layak dikunjungi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *