Bahaya Narkoba bagi Remaja, Sat Resnarkoba Parepare Tekankan Pentingnya Berani Menolak

oleh -5 views

PAREPARE – Rasa ingin tahu dan tekanan pergaulan bisa membuat remaja berhadapan dengan pilihan berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba. Karena itu, mengenali bahayanya sejak dini menjadi bekal penting bagi pelajar sebelum mengambil keputusan yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

Pesan tersebut disampaikan KBO Sat Resnarkoba Polres Parepare IPTU Hamka, S.E., saat memberikan edukasi antinarkoba kepada 20 pelajar Yayasan Pendidikan Sekolah Kristen Gamaliel di Kantor Sat Resnarkoba Polres Parepare.

Hamka menjelaskan jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat dihadapi pihak yang terlibat.

Menurut dia, pelajar perlu memahami bahwa dampak narkoba tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Penyalahgunaan zat terlarang juga dapat mengganggu pendidikan, hubungan sosial, dan kesempatan meraih cita-cita.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Kami ingin mereka memahami sejak dini bahwa narkoba sangat berbahaya dan dapat merusak masa depan. Kami harap adik-adik bisa menjadi pelopor antinarkoba di lingkungan sekolah dan pergaulannya,” ujar Hamka.

Mengetahui bahaya narkoba saja belum tentu cukup untuk melindungi remaja dari pengaruh lingkungan. Mereka juga perlu memiliki keberanian menolak ajakan yang bertentangan dengan keselamatan dan kepentingan diri sendiri.

Dalam pergaulan, keputusan untuk mengikuti atau menolak ajakan tertentu dapat membawa konsekuensi yang berbeda. Karena itu, pelajar perlu bersikap selektif dalam memilih teman dan tidak merasa harus mengikuti perilaku orang lain demi diterima dalam kelompok.

Mengembangkan bakat, menekuni kegiatan yang disukai, belajar, dan mengejar prestasi dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu sekaligus memperluas lingkungan pertemanan yang sehat.

Di sisi lain, pelajar juga perlu mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta bantuan ketika menghadapi tekanan atau menemukan persoalan terkait narkoba. Orang tua, guru, dan pihak yang dipercaya dapat menjadi tempat mencari arahan tanpa harus menghadapi masalah sendirian.

Sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi pembentukan kebiasaan dan sikap juga berlangsung di rumah serta lingkungan pertemanan.

Orang tua dapat membantu dengan membangun komunikasi terbuka, sedangkan guru dapat mengenalkan risiko penyalahgunaan narkoba melalui pembelajaran yang mudah dipahami. Informasi yang benar juga penting agar pelajar tidak mudah percaya pada anggapan keliru mengenai narkoba.

Bagi kepolisian, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu cara memperkenalkan risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus menjelaskan konsekuensi hukum yang menyertainya.

Sat Resnarkoba Polres Parepare menyasar pelajar Sekolah Kristen Gamaliel dengan harapan mereka dapat mengenali bahaya narkoba dan mengambil keputusan yang lebih bijak dalam pergaulan sehari-hari.

Pada akhirnya, menjaga masa depan dari penyalahgunaan narkoba bukan hanya soal mengetahui larangannya. Pelajar juga perlu memiliki keberanian berkata tidak, lingkungan yang mendukung, dan akses kepada orang tepercaya ketika menghadapi situasi berisiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *