PAREPARE – Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan. Kepedulian keluarga, lingkungan, dan dukungan berbagai pihak turut berperan dalam memperhatikan tumbuh kembang anak, termasuk di Kelurahan Ujung Baru, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat melalui penyaluran paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak stunting dan keluarga berisiko stunting (KRS) di Kantor Kelurahan Ujung Baru, Senin (26/10/2026).
Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Baru, AIPTU Darwis Rakib, S.H., dari Polsek Soreang, Polres Parepare, turut menyalurkan bantuan tersebut dengan melibatkan staf kelurahan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam upaya tersebut memperlihatkan bahwa peran polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Hubungan langsung dengan warga juga dapat membuka ruang bagi kepedulian terhadap persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama.
Meski demikian, pemberian makanan tambahan bukan satu-satunya aspek dalam pencegahan stunting. Pemenuhan gizi yang sesuai, pemantauan pertumbuhan anak, serta akses terhadap pelayanan kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Di tingkat lingkungan, komunikasi antara warga, pemerintah kelurahan, dan pihak terkait juga diperlukan agar keluarga yang membutuhkan dukungan dapat memperoleh perhatian yang sesuai.
Selain mendukung kepedulian terhadap anak dan keluarga berisiko stunting, Darwis menjalankan patroli dan menyambangi warga untuk menjaga hubungan komunikasi dengan masyarakat.
Melalui pendekatan langsung atau door to door system (DDS), warga dapat menyampaikan informasi, keluhan, maupun masukan mengenai persoalan di lingkungan mereka. Komunikasi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Keterlibatan polisi dalam persoalan sosial di tingkat kelurahan menjadi salah satu bentuk pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra. Namun, keberlanjutan upaya tersebut tetap membutuhkan koordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak yang memiliki kewenangan di bidang kesehatan.
Dengan komunikasi yang terbuka dan kepedulian lintas sektor, perhatian terhadap keluarga berisiko stunting diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung kesehatan anak. (*)
