Parepare — Penerapan tilang elektronik di Kota Parepare mencatat capaian penting. ETLE Handheld Polres Parepare meraih peringkat pertama tingkat validasi tertinggi di jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut menjadi indikator kinerja Sat Lantas Polres Parepare dalam mengelola penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis teknologi. Penghargaan diserahkan Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Dr. Pria Budi kepada Kasat Lantas Polres Parepare AKP Muhammad Rusdi.
Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengapresiasi kinerja personel yang mengoperasikan sistem tersebut. Menurutnya, capaian validasi tidak hanya berkaitan dengan peringkat, tetapi juga ketelitian dalam memastikan data pelanggaran diproses sesuai prosedur.
“Rasa bangga dan terima kasih kepada Kasat Lantas beserta jajaran yang telah menunjukkan kinerja profesional serta responsif terhadap digitalisasi sistem penegakan hukum lalu lintas,” ujar Phunky.
Dalam sistem ETLE, dokumentasi pelanggaran perlu melalui proses verifikasi sebelum data ditindaklanjuti. Korlantas Polri menjelaskan, data hasil rekaman elektronik diverifikasi petugas untuk memastikan pelanggaran dan identitas kendaraan sesuai sebelum proses konfirmasi dilakukan.
Karena itu, tingkat validasi menjadi bagian penting dalam menjaga akurasi penegakan hukum berbasis elektronik. Kesalahan data atau dokumentasi dapat memengaruhi proses penindakan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem tilang elektronik.
Dorong Penegakan Hukum Lalu Lintas Digital
Penggunaan ETLE Handheld juga memperluas kemampuan petugas dalam mendokumentasikan pelanggaran yang ditemukan secara langsung di lapangan. Berbeda dengan kamera statis yang bekerja pada titik tertentu, perangkat handheld bersifat lebih mobile.
Namun, teknologi bukan sekadar alat untuk memperbanyak penindakan. Tujuan akhirnya tetap membangun kepatuhan dan keselamatan pengguna jalan.
Phunky menegaskan capaian tersebut harus menjadi dorongan bagi personel untuk mempertahankan kualitas kerja sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Prestasi ini bukan sekadar angka atau peringkat semata, melainkan wujud nyata komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menegakkan aturan berlalu lintas secara modern, transparan, dan berkeadilan.”
Di sisi lain, konsistensi penerapan ETLE perlu berjalan beriringan dengan edukasi kepada pengguna jalan. Penindakan yang terdokumentasi dan sesuai prosedur diharapkan mendorong masyarakat semakin disiplin mematuhi rambu, marka, serta ketentuan keselamatan berkendara.
Bagi Polres Parepare, capaian validasi ETLE Handheld tertinggi di jajaran Ditlantas Polda Sulsel bukan sekadar penghargaan administratif. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar memberi dampak pada kualitas penegakan hukum, transparansi pelayanan, dan budaya tertib berlalu lintas di Kota Parepare.
Dengan pengelolaan data yang akurat serta penerapan SOP secara konsisten, digitalisasi penindakan diharapkan turut mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Parepare. (*)






