Kapolri Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Polri, Ini Respons Polres Parepare

oleh -8 views

PAREPARE — Pergantian pucuk pimpinan Polri menjadi perhatian Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan. Ia meminta seluruh personel segera menyesuaikan diri dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin.

Arahan tersebut disampaikan Kapolres saat apel pagi di Mapolres Parepare, Senin (5/10/2026). Menurutnya, perubahan kepemimpinan harus diikuti dengan peningkatan kinerja personel, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri sejak 1 Oktober 2026 menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara di tingkat wilayah, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin dipercaya memimpin Polda Sulsel menggantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

AKBP Phunky meminta jajaran Polres Parepare memahami arah kebijakan Kapolri dan Kapolda Sulsel yang baru.

“Dengan digantinya Kapolri kita juga bergantian Kapolda Sulsel, tolong dihapal namanya. Kita menyesuaikan diri terkait arahan dari pimpinan kita yakni Kapolri dan Kapolda,” kata Phunky.

Polisi Bersama Masyarakat

Kapolres menekankan bahwa ukuran keberhasilan polisi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan atau penindakan. Menurut dia, masyarakat merupakan orientasi utama dalam menjalankan tugas pokok kepolisian.

Karena itu, personel diminta memastikan setiap warga yang datang ke kantor polisi mendapatkan pelayanan yang membantu menyelesaikan persoalan, bukan justru menghadirkan masalah baru.

“Mulai hari ini kita terus tingkatkan bagaimana kinerja kita di lapangan. Saya minta jajaran Polres Parepare serius melayani masyarakat. Apabila masyarakat datang ke kantor polisi itu masalahnya bisa terpecahkan, jangan menjadi masalah,” tegasnya.

Arahan tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang menjadi salah satu fokus awal Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, termasuk penguatan pelayanan publik dan kedekatan polisi dengan masyarakat.

Phunky juga mengingatkan personel agar mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas. Sikap arogan, kata dia, justru dapat memperlebar jarak antara polisi dan masyarakat.

“Tolong pahami dengan masyarakat. Jangan arogan kepada masyarakat, lakukan secara humanis setiap menghadapi masyarakat,” ujarnya.

Selain pelayanan publik, Kapolres Parepare mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga integritas dan menjauhi pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkoba.

Ia meminta setiap personel mempertimbangkan dampak pelanggaran terhadap diri sendiri, institusi, hingga keluarga.

“Banyak yang pengen jadi polisi, rekan-rekan semua sebagai pilihan. Tidak boleh ada yang melakukan pelanggaran utamanya narkoba. Sebelum melakukan pelanggaran agar berpikir atas keluarganya,” katanya.

Menurut Phunky, perubahan kepemimpinan di tubuh Polri harus menjadi momentum bagi personel untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Ia menegaskan, arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sulsel Irjen Pol. M. Awal Chairuddin perlu diterjemahkan hingga tingkat pelaksanaan di lapangan.

Dengan begitu, keberadaan polisi tidak hanya terlihat saat melakukan penindakan, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, humanis, dan mampu memberikan solusi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *