Parepare — Pemadaman listrik Parepare kembali disorot setelah sekitar 30 anggota MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare mendatangi kantor PLN UP3 Parepare, Senin (28/9/2026). Mereka meminta penjelasan mengenai pemadaman bergilir yang dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Massa Pemuda Pancasila menyampaikan aspirasi di kantor PLN UP3 Parepare, Jalan Veteran, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung. Aksi tersebut dikoordinatori Muh. Agung Nugraha, sementara Ketua MPC Pemuda Pancasila Parepare Fadly Agus Mante menjadi penanggung jawab.
Dalam dialog tersebut, Pemuda Pancasila meminta PLN menjelaskan kondisi sistem kelistrikan, jadwal pemadaman, wilayah terdampak, serta perkiraan durasinya. Mereka juga mendesak PLN mempercepat pemulihan pasokan dan menyampaikan target normalisasi kepada masyarakat.
“Kami meminta agar durasi pemadaman dapat dipersingkat. Pihak PLN juga harus mengambil langkah konkret menghadapi persoalan ini dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata Fadly Agus Mante.
Selain itu, Pemuda Pancasila mendorong PLN mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang agar gangguan serupa tidak berulang. Mereka juga meminta pendataan masyarakat yang terdampak sebagai bahan pembahasan mengenai kemungkinan kompensasi.
PLN Sebut Pasokan Dipengaruhi Kondisi Pembangkit
Manager PLN UP3 Parepare Muh. Akbar menerima massa bersama sejumlah pejabat PLN. Dalam dialog, pihak PLN menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan berkaitan dengan kondisi pembangkit, termasuk penurunan volume air di PLTA Poso dan Bakaru.
PLN juga menyebut pemeliharaan PLTU di Kabupaten Jeneponto turut memengaruhi kondisi sistem kelistrikan.
Perwakilan PLN UP3 Parepare mengatakan pihaknya berupaya mengurangi durasi pemadaman sembari menyiapkan langkah untuk mengatasi keterbatasan pasokan.
“Kami berupaya meminimalisir durasi waktu pemadaman dan akan menyampaikan sejumlah solusi kepada kantor wilayah,” kata perwakilan PLN UP3 Parepare.
Terkait masyarakat yang terdampak, PLN menyatakan akan menindaklanjuti pendataan melalui sosialisasi langsung maupun penyampaian informasi melalui media sosial.
PLN dan Pemuda Pancasila Sepakati Resolusi
Setelah sekitar 30 menit berdialog, kedua pihak menyepakati resolusi bersama sebagai tindak lanjut pembahasan persoalan kelistrikan di Parepare.
Pemuda Pancasila juga menyampaikan keinginan untuk ikut memantau durasi pemadaman di sejumlah titik dengan melibatkan pihak PLN.
Sebelum menuju kantor PLN, massa berkumpul di kantor KONI Parepare di Jalan Ganggawa. Mereka kemudian berjalan kaki menuju lokasi aksi dengan pengamanan personel Satlantas Polres Parepare.
Pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto, S.Pd., M.Si., bersama sejumlah personel kepolisian.
Setelah dialog dan penandatanganan resolusi, peserta membubarkan diri sekitar pukul 11.45 WITA. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Sementara itu, persoalan utama terkait kepastian pasokan, durasi pemadaman, pendataan dampak, dan langkah pemulihan masih menjadi tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemuda Pancasila dan PLN.
(MS)






