Polisi Atur Lalu Lintas Dies Natalis ITH Parepare, Jalan Pemuda Tetap Terkendali

oleh -3 views

Parepare — Perayaan Dies Natalis ke-5 Institut Teknologi Habibie (ITH) membuat arus kendaraan di Jalan Pemuda, Kota Parepare, meningkat pada Sabtu (17/10/2026) siang. Untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar kampus, lima personel Sat Lantas Polres Parepare disiagakan mengatur kendaraan dan mengarahkan pengunjung menuju area parkir.

Sejak sekitar pukul 13.00 WITA, kendaraan mulai berdatangan membawa keluarga mahasiswa, orang tua, dan tamu undangan. Mobil pribadi, sepeda motor, hingga kendaraan sewaan memadati akses masuk kampus. Sebagian pengunjung juga mencari tempat parkir di sekitar lokasi sehingga arus di Jalan Pemuda sempat melambat.

Situasi tersebut membutuhkan pengaturan agar kendaraan yang menuju kampus tidak menghambat pengguna jalan lain. Personel Sat Lantas Polres Parepare berjaga sejak acara berlangsung untuk menjaga akses utama tetap bisa dilalui.

Dua petugas, Aiptu Ilyas Alam dan Aiptu Haidir L, ditempatkan di dekat pintu masuk utama kampus. Sementara itu, Aipda Hamzah, Aipda Haekhal Prasetyo, dan Bripka Andi Supriagus DJ menyebar di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Mereka mengarahkan kendaraan yang hendak masuk, membantu menertibkan kendaraan yang berhenti di bahu jalan, serta mengarahkan pengunjung ke tempat parkir yang tersedia. Pengaturan ini juga ditujukan untuk mencegah antrean kendaraan meluas ke ruas jalan utama.

Kepadatan meningkat sekitar pukul 14.00 WITA. Pada saat itu, kendaraan yang hendak memasuki kampus dan kendaraan yang keluar berpotensi bertemu di akses yang sama.

Untuk mengurangi penumpukan, petugas menyesuaikan pola arus kendaraan. Pengunjung yang hendak masuk kampus diarahkan memutar, sedangkan kendaraan yang keluar diarahkan melalui jalur berbeda agar tidak saling menghambat di pintu masuk.

Salah seorang petugas menjelaskan bahwa pemisahan arus membantu mempercepat penguraian kendaraan.

“Cara begitu lebih cepat urainya. Kalau semua numpuk di depan gerbang, yang belakang pasti macet sampai ke jalan besar,” kata salah satu petugas di lokasi.

Pola tersebut membantu mengurangi pertemuan kendaraan pada satu titik. Selain itu, petugas tetap memantau kendaraan yang berhenti untuk menurunkan penumpang maupun mencari tempat parkir.

Pengaturan sejak awal menjadi langkah penting untuk menjaga akses kampus tetap terbuka bagi pengguna jalan yang tidak menghadiri perayaan. Dengan begitu, peningkatan aktivitas di sekitar ITH tidak sepenuhnya membebani arus lalu lintas di Jalan Pemuda.

Kehadiran petugas di sejumlah titik turut membantu pengguna jalan yang melintas di sekitar kampus. Meski volume kendaraan meningkat, pengendara masih dapat melewati kawasan tersebut dengan mengikuti arahan petugas.

Seorang pengendara yang melintas mengaku sempat memperkirakan akan terjadi kemacetan panjang. Namun, keberadaan personel yang mengatur kendaraan membuat arus tetap bergerak.

“Lumayan ramai memang, tapi masih bisa lewat. Ada polisi yang atur jadi tidak buntu,” ujarnya.

Pengaturan lalu lintas di kawasan yang ramai pengunjung tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang masuk ke lokasi acara. Petugas juga perlu memastikan kendaraan yang melintas tetap memperoleh ruang, terutama ketika bahu jalan mulai dipenuhi kendaraan pengunjung.

Karena itu, penempatan personel di pintu masuk dan titik rawan kepadatan membantu petugas merespons perubahan arus dengan lebih cepat. Pengunjung pun perlu mengikuti arahan serta menggunakan area parkir yang telah disiapkan agar tidak mempersempit ruang gerak kendaraan lain.

Di dalam kampus, perayaan Dies Natalis ke-5 ITH berlangsung dengan sejumlah agenda, termasuk orasi ilmiah dan penampilan mahasiswa. Acara tersebut menarik kedatangan keluarga mahasiswa serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Bertambahnya jumlah pengunjung turut meningkatkan aktivitas kendaraan di sekitar Jalan Pemuda. Kondisi ini menunjukkan bahwa acara kampus dengan jumlah peserta yang besar membutuhkan pengaturan akses dan parkir yang memadai, terutama ketika lokasinya berada di kawasan yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Hingga sore hari, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, arus kendaraan di sekitar kampus tetap terkendali. Tidak dilaporkan adanya kecelakaan selama pengaturan berlangsung.

Kelancaran lalu lintas saat acara berlangsung tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kepatuhan pengunjung terhadap aturan parkir dan arahan di lapangan. Kendaraan yang diparkir sembarangan atau berhenti terlalu lama di akses masuk dapat memicu antrean meskipun personel telah berjaga.

Pengunjung karena itu perlu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan kendaraan masuk ketika akses sedang padat, dan mengikuti jalur yang diarahkan petugas.

Perayaan Dies Natalis ke-5 ITH menjadi momentum bagi kampus untuk menandai perjalanan pendidikannya. Pada saat yang sama, meningkatnya kunjungan membawa tantangan tersendiri bagi lalu lintas di sekitar lokasi.

Bagi pengguna Jalan Pemuda, kelancaran akses menjadi hal penting agar kegiatan di kampus tidak menghambat mobilitas masyarakat lainnya. Pengaturan kendaraan, penempatan petugas pada titik strategis, dan penggunaan area parkir yang tepat dapat membantu mengurangi risiko penumpukan.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran lima personel Sat Lantas Polres Parepare menjadi bagian dari upaya menjaga arus kendaraan tetap bergerak di tengah meningkatnya aktivitas di sekitar kampus.

Pengalaman tersebut juga menegaskan pentingnya koordinasi antara penyelenggara acara, pengunjung, dan petugas di lapangan. Perencanaan parkir serta pengaturan keluar-masuk kendaraan sejak awal dapat membantu mencegah kepadatan meluas ke jalan utama.

Dengan arus yang tetap terkendali, perayaan kampus dapat berlangsung tanpa mengabaikan kebutuhan pengguna jalan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *