Polres Parepare Dorong Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Minggu Kasih

oleh -20 views

PAREPARE — Kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian tidak cukup dibangun melalui penegakan hukum dan penjagaan keamanan. Komunikasi yang terbuka, kesediaan mendengar, serta tindak lanjut atas persoalan warga juga menentukan kualitas hubungan antara polisi dan masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program Minggu Kasih Polres Parepare yang berlangsung di dua gereja di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), Minggu (25/10/2026).

Personel kepolisian hadir di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Rasul, Jalan Veteran, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, serta GPIB Jemaat Immanuel Parepare di Jalan Bau Massepe, Kelurahan Ujung Sabbang.

Kehadiran polisi di lingkungan peribadatan ini membuka ruang interaksi dengan jemaat di luar situasi penanganan perkara. Melalui pendekatan sosial tersebut, kepolisian berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memperluas komunikasi dengan warga di wilayah tugasnya.

Namun, kedekatan tidak cukup diukur dari kehadiran aparat. Kepercayaan publik membutuhkan proses berkelanjutan, termasuk kemampuan mendengarkan aspirasi, memahami persoalan warga, dan memberikan respons yang sesuai.

Karena itu, keberhasilan program Minggu Kasih tidak semata-mata ditentukan oleh kunjungan ke rumah ibadah. Kualitas dialog dan tindak lanjut atas masukan masyarakat menjadi aspek penting untuk menilai manfaat program tersebut.

Dalam kehidupan masyarakat yang beragam, komunikasi lintas lingkungan juga berperan menjaga hubungan sosial. Interaksi langsung memungkinkan warga mengenal peran kepolisian, sekaligus membuka kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian.

Kapolsek KPN Parepare, IPTU Suardi, S.E., tercatat sebagai pihak yang melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Belum tersedia keterangan langsung mengenai aspirasi jemaat, hasil dialog, ataupun tindak lanjut yang dihasilkan dari pertemuan itu.

Dengan demikian, dampak konkret program terhadap kebutuhan masyarakat belum dapat disimpulkan dari informasi yang tersedia.

Minggu Kasih pada akhirnya menegaskan pentingnya hubungan polisi dan masyarakat yang dibangun secara konsisten. Kehadiran menjadi langkah awal, sedangkan keterbukaan komunikasi dan tindak lanjut menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *