Cegah Balap Liar dan Narkoba, Wakapolres Parepare Tekankan Peran Orang Tua

oleh -28 views

Parepare — Pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak menjadi salah satu isu yang dibahas Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., saat bertemu warga di Masjid Al Fatihah, Jalan Mattiro Tasi Baru, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat. Dalam pertemuan melalui kegiatan Safari Subuh Polres Parepare tersebut, Saharuddin mengingatkan risiko balap liar, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba yang perlu dicegah bersama. Minggu (11/10/2026).

Pesan itu menyentuh persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan tugas kepolisian, tetapi juga kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar. Perilaku berisiko di kalangan remaja tidak dapat dicegah hanya dengan penindakan setelah pelanggaran terjadi. Pengawasan keluarga, komunikasi dengan anak, dan kepedulian masyarakat juga berperan dalam upaya pencegahan.

Seusai salat Subuh berjamaah, Saharuddin berdialog dengan jamaah, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia menekankan bahwa warga perlu terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan, bukan sekadar menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada aparat.

“Melalui momentum salat Subuh berjamaah ini, kami ingin memastikan kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Saharuddin.

Pengawasan anak tidak cukup hanya dengan larangan

Balap liar dan tawuran dapat menimbulkan risiko bagi pelaku maupun orang lain. Selain membahayakan keselamatan, tindakan tersebut dapat mengganggu ketertiban dan berujung pada persoalan hukum. Penyalahgunaan narkoba juga menjadi risiko yang membutuhkan perhatian keluarga dan lingkungan.

Saharuddin mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan serta aktivitas anak di luar rumah. Namun, pengawasan tidak cukup dilakukan dengan melarang atau membatasi kegiatan anak tanpa membangun komunikasi.

Orang tua perlu memahami lingkungan pertemanan anak, mengetahui aktivitas mereka, dan membuka ruang untuk membicarakan persoalan yang dihadapi. Pendekatan ini dapat membantu keluarga mengenali perubahan perilaku atau situasi yang membutuhkan perhatian lebih awal.

Pencegahan kenakalan remaja juga membutuhkan keterlibatan sekolah dan masyarakat. Kegiatan positif, pendampingan, serta lingkungan pergaulan yang sehat dapat membantu anak mengembangkan tanggung jawab dan menghindari perilaku berisiko.

Warga yang mengetahui indikasi gangguan keamanan dapat menyampaikan informasi kepada petugas. Meski demikian, dugaan terhadap seseorang harus diperiksa berdasarkan fakta agar tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar.

Informasi di media sosial perlu diperiksa

Selain persoalan remaja, penggunaan media sosial turut menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut. Informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, merusak hubungan antarwarga, bahkan memperbesar konflik.

Kecepatan penyebaran informasi membuat masyarakat perlu lebih cermat sebelum meneruskan pesan. Foto, video, maupun narasi yang beredar tidak selalu menggambarkan kejadian secara utuh. Informasi lama juga bisa kembali beredar seolah-olah merupakan peristiwa baru.

Karena itu, warga perlu memeriksa sumber informasi dan mencari pembanding sebelum menarik kesimpulan. Jika menyangkut dugaan tindak pidana atau konflik di lingkungan, klarifikasi kepada pihak terkait lebih berguna daripada menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Sikap kritis terhadap informasi merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan. Persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi berisiko membesar ketika warga bertindak berdasarkan kabar yang keliru.

Warga dapat melapor melalui Call Center 110

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polri 110. Layanan tersebut menjadi salah satu saluran untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan terkait persoalan kepolisian.

Warga juga dapat berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas setempat atau menggunakan saluran pengaduan yang tersedia, termasuk Dumas, Kareba’i Kapolres, dan hotline Polres Parepare.

Saat melapor, masyarakat sebaiknya menyampaikan informasi secara jelas, seperti lokasi kejadian, waktu, dan bentuk gangguan yang ditemukan. Keterangan yang spesifik membantu petugas memahami persoalan yang dilaporkan.

Masyarakat juga perlu membedakan kejadian yang disaksikan langsung dari informasi yang diperoleh melalui orang lain. Pembedaan ini penting agar laporan dapat diperiksa secara tepat dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur.

Dialog warga perlu menghasilkan tindak lanjut

Pertemuan antara polisi dan warga di Masjid Al Fatihah membuka ruang komunikasi mengenai persoalan keamanan di Kelurahan Sumpang Minangae. Bagi masyarakat, komunikasi langsung dapat menjadi kesempatan menyampaikan masalah yang sulit dijangkau melalui saluran formal.

Namun, manfaat pertemuan semacam ini tidak cukup diukur dari kehadiran aparat atau banyaknya imbauan yang disampaikan. Hal yang lebih penting ialah apakah persoalan warga ditindaklanjuti dan apakah komunikasi tetap berjalan setelah pertemuan berakhir.

Masyarakat membutuhkan saluran pelaporan yang mudah diakses, sedangkan aparat perlu menangani informasi sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku. Kejelasan tindak lanjut juga penting agar warga mengetahui langkah yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan serupa.

Saharuddin menilai hubungan antara kepolisian dan masyarakat perlu dijaga melalui komunikasi serta keterlibatan bersama dalam memelihara keamanan.

“Melalui kegiatan Safari Subuh ini, diharapkan keterbukaan dan kemitraan antara Polres Parepare dan masyarakat Kota Parepare terus terjalin erat demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” tuturnya.

Pada akhirnya, keamanan lingkungan bergantung pada tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten. Pengawasan anak, kehati-hatian menyikapi informasi, dan pelaporan gangguan melalui saluran yang tepat merupakan bagian dari upaya tersebut. Sementara itu, tindak lanjut terhadap persoalan warga menjadi ukuran penting bagi keberlanjutan hubungan antara masyarakat dan kepolisian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *