Kerja Bakti di Kampung Pisang, Bhabinkamtibmas Imbau Warga Pakai Masker dan Tidak Bakar Sampah

oleh -3 views

PAREPARE – Tumpukan sampah plastik, dedaunan kering, dan lumpur hitam pekat keluar dari selokan di Jalan H. Baharuddin, Kelurahan Kampung Pisang, saat warga membersihkannya, Kamis (15/10). Debu beterbangan setiap kali sapu lidi menyapu bahu jalan yang berdebu.

Kondisi inilah yang membuat Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Pisang, Aipda Abbas, merasa perlu mengingatkan warga. Di tengah kerja bakti yang melibatkan staf kelurahan dan warga setempat, ia beberapa kali meminta warga, terutama ibu-ibu dan warga yang sudah lanjut usia, untuk mengenakan masker.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara, IPTU Suardi, S.E., menjelaskan, imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Debu dari selokan dan sampah kering yang sudah lama mengendap bisa mengganggu kesehatan pernapasan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Kami tidak ingin setelah kerja bakti untuk sehat, malah ada warga yang sakit karena menghirup debu. Makanya kami ingatkan pakai masker, minimal kain penutup hidung,” ujar IPTU Suardi.

Selain soal debu, perhatian juga diarahkan pada kebiasaan lama warga yang kerap membakar sampah hasil kerja bakti di tempat. Menurut IPTU Suardi, kebiasaan itu sangat berbahaya, apalagi saat ini kondisi cuaca cukup panas dan angin kencang.

Ia menceritakan, beberapa kejadian kebakaran lingkungan di Parepare berawal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan begitu saja. Api yang awalnya kecil merembet ke rumput kering dan akhirnya membesar hingga mendekati pemukiman.

“Kami ingatkan, jangan membakar sampah sembarangan. Kalau memang harus dibakar, harus ditunggui sampai api benar-benar padam. Tapi yang paling aman, sampah dikumpulkan dan biar diangkut petugas kebersihan,” tegasnya.

Warga pun menyimak imbauan tersebut. Beberapa warga yang awalnya berencana membakar sampah kering urung melakukannya dan memilih memasukkannya ke dalam karung untuk dibuang ke TPS.

Kerja bakti yang dilakukan sejak pagi itu sendiri berhasil mengangkat sampah dalam jumlah cukup banyak. Selokan yang sebelumnya mampet dan menimbulkan bau tidak sedap kini sudah kembali mengalir. Bahu jalan yang tadinya tertutup rumput liar kini terlihat lebih luas dan rapi.

Salah seorang warga mengatakan, selain membuat lingkungan lebih bersih, kerja bakti ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Lingkungan yang kotor tidak hanya tidak enak dipandang, tetapi juga bisa menjadi sumber penyakit dan bahkan memicu bahaya kebakaran.

“Kami jadi lebih sadar, kalau selokan bersih, nyamuk tidak banyak. Kalau sampah tidak dibakar sembarangan, rumah kami juga aman,” ujarnya.

IPTU Suardi berharap, kesadaran seperti ini bisa terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan, kesehatan, dan keamanan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *