Polres Parepare Turunkan Personel, Aksi Mahasiswa di DPRD Berakhir Kondusif

oleh -4 views

Parepare — Pengamanan aksi mahasiswa Parepare mewarnai unjuk rasa Aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sektor Timur di Kantor DPRD Kota Parepare, Selasa (6/10/2026). Sekitar 20 mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait kebijakan ritel modern dengan pengawalan aparat kepolisian.

Massa yang tergabung dalam HMI Komisariat STAIN dan Bumi Harapan itu terlebih dahulu berkumpul di kawasan Gerbang Moderasi Kampus IAIN Parepare, Jalan H.A.M. Arsyad, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang.

Dari lokasi tersebut, peserta kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kota Parepare di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat. Pergerakan massa mendapat pengawalan personel Polres Parepare.

Kehadiran aparat terlihat di sekitar titik aksi untuk menjaga situasi tetap aman selama mahasiswa menyampaikan pendapat. Pengawalan juga dilakukan ketika massa berpindah dari kawasan kampus menuju gedung DPRD.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.41 Wita. Mahasiswa menggunakan pengeras suara, membawa bendera HMI, pamflet dan selebaran berisi tuntutan.

Di depan Kantor DPRD Parepare, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan perubahan aturan mengenai ritel modern. Mereka meminta kebijakan tersebut ditinjau kembali dan proses pembahasannya dibuka kepada masyarakat.

Mahasiswa juga meminta DPRD memberikan penjelasan mengenai dasar dan proses perubahan ketentuan jarak ritel modern. Selain itu, mereka mendorong penindakan terhadap ritel yang terbukti melanggar aturan.

Tuntutan lainnya berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dalam evaluasi kebijakan. Pedagang kecil, pelaku UMKM dan pengelola pasar tradisional dinilai perlu mendapat ruang dalam pembahasan aturan yang dapat memengaruhi persaingan usaha di Parepare.

Di tengah penyampaian aspirasi tersebut, personel Polres Parepare menjaga area sekitar lokasi. Pengawalan berlangsung tanpa menghalangi mahasiswa menyampaikan tuntutannya.

Polisi menjaga jalannya aksi tetap tertib, sementara mahasiswa tetap dapat menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang mereka persoalkan.

Situasi di sekitar lokasi tetap terkendali hingga mahasiswa menyelesaikan penyampaian aspirasi. Tidak lama kemudian, massa meninggalkan kawasan Kantor DPRD Parepare.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.15 Wita. Setelah massa membubarkan diri, kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan aktivitas masyarakat berangsur kembali seperti biasa.

Pengawalan kepolisian menjadi bagian penting dalam jalannya aksi tersebut. Selain menjaga keamanan peserta unjuk rasa, aparat juga perlu memastikan kegiatan penyampaian pendapat tidak berkembang menjadi gangguan terhadap pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar gedung DPRD.

Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto sebelumnya memberikan arahan kepada personel yang bertugas sebelum pengamanan dimulai. Personel kemudian ditempatkan pada sejumlah titik yang menjadi lokasi berkumpul dan penyampaian aspirasi mahasiswa.

Namun, pengamanan tidak mengubah substansi aksi. Mahasiswa tetap membawa isu yang mereka anggap penting, terutama menyangkut aturan ritel modern dan dampaknya terhadap pedagang kecil serta UMKM.

Bagi mahasiswa, keterbukaan proses pembahasan menjadi salah satu hal yang mereka dorong. Mereka meminta masyarakat dapat mengetahui dasar perubahan aturan sekaligus memiliki ruang untuk memberikan masukan.

Sementara bagi kepolisian, pengawalan diperlukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dalam suasana yang tertib. Dua kepentingan tersebut berjalan bersamaan selama aksi berlangsung.

Hingga massa meninggalkan lokasi, tidak terjadi gangguan keamanan yang mengganggu jalannya unjuk rasa maupun aktivitas masyarakat di sekitar Kantor DPRD Parepare.

Aksi HMI Sektor Timur pun berakhir tanpa insiden. Setelah sekitar satu setengah jam menyampaikan aspirasi, mahasiswa membubarkan diri dan situasi di kawasan DPRD Kota Parepare kembali kondusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *