Potret Kepedulian Polisi di Parepare, Bantu Angkat Peti Jenazah di Tengah Suasana Duka

oleh -56 views

Parepare — Di tengah suasana duka keluarga almarhumah Siti Roehani, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Bulu, Aipda Mustaming, turut membantu proses pemberangkatan jenazah menuju tempat pemakaman. Ia terlihat ikut mengangkat peti jenazah ke mobil ambulans sebelum perjalanan dilanjutkan.

Momen tersebut berlangsung di rumah duka di Jalan Lasiming, RT 03 RW 10, Kelurahan Ujung Bulu, Kota Parepare, Senin (12/10/2026).

Kehadiran Mustaming bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa. Ia juga terlibat langsung membantu keluarga dan warga yang mengurus proses pemakaman, sebuah bentuk kepedulian sederhana ketika masyarakat sedang menghadapi kehilangan.

Dalam situasi berduka, bantuan tenaga dari orang-orang di sekitar dapat meringankan sebagian urusan keluarga yang ditinggalkan. Proses menyiapkan pemberangkatan jenazah, termasuk memindahkan peti ke ambulans, membutuhkan kerja sama agar berjalan dengan baik.

Hadir Membantu di Tengah Suasana Duka

Keterlibatan Mustaming dalam mengangkat peti jenazah memperlihatkan sisi pelayanan masyarakat yang berlangsung di luar tugas rutin menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam kehidupan bermasyarakat, kehadiran seseorang yang bersedia membantu pekerjaan praktis dapat menjadi dukungan berarti bagi keluarga yang sedang berduka.

Kepedulian semacam ini juga tidak harus diwujudkan melalui tindakan besar. Membantu mengangkat barang, memberi ruang bagi keluarga untuk mengurus keperluan pemakaman, atau memastikan proses pemberangkatan berjalan tertib merupakan bentuk gotong royong yang dekat dengan kehidupan warga.

Di lingkungan permukiman, solidaritas seperti itu membantu menjaga hubungan antartetangga. Warga dapat saling mendukung ketika menghadapi musibah, tanpa harus menunggu adanya permintaan bantuan secara formal.

Kerukunan Tumbuh dari Kepedulian

Selain membantu proses pemberangkatan jenazah, Mustaming menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan mengajak warga menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal.

Pesan tersebut relevan dengan situasi ketika warga berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran keluarga, kerabat, tetangga, dan pelayat menjadi bagian dari dukungan sosial bagi mereka yang kehilangan orang terdekat.

Mustaming juga membantu mengatur lalu lintas di sekitar rumah duka agar aktivitas pemberangkatan jenazah dan kedatangan pelayat tidak mengganggu pergerakan kendaraan di sekitar lokasi.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat hadir melalui tindakan nyata, baik dengan membantu keluarga yang berduka maupun menjaga ketertiban di lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, solidaritas tidak hanya terlihat dari ucapan belasungkawa, tetapi juga dari kesediaan untuk turun tangan ketika bantuan dibutuhkan. Dalam suasana kehilangan, tindakan sederhana seperti membantu mengangkat peti jenazah menjadi bagian dari semangat gotong royong yang mempererat hubungan antarmanusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *